Fe Buka Perjalanan Musik dengan Single “Selamat Datang”

Fenny Noviarma, yang menggunakan nama panggung Fe, membuka perjalanan musiknya lewat debut single berjudul “Selamat Datang”. Lagu pop berbahasa Indonesia itu mengangkat tema tentang menerima hidup yang belum sepenuhnya selesai, termasuk luka, kehilangan, dan ketidakpastian yang kerap menyertai proses pendewasaan.

Di Malang, Jumat (2/10/2026), Fe mengatakan lagu tersebut tidak dibuat sebagai jawaban atas seluruh persoalan hidup. Sebaliknya, “Selamat Datang” menjadi ruang bagi pendengar untuk menemukan makna yang dekat dengan pengalaman masing-masing.

“Lagu ini, saya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak harus sepenuhnya selesai untuk bisa diterima. Justru dalam ketidakselesaian, seseorang dapat belajar melepaskan beban dan berdamai dengan dirinya sendiri,” ujar Fe.

Berangkat dari catatan pribadi

Gagasan lagu ini berasal dari catatan diary pribadi Fe. Catatan tersebut kemudian diterjemahkan menjadi lirik oleh Johannes Febrianto Elyas. Isinya merekam fase ketika seseorang dipaksa tumbuh dalam situasi yang tidak ideal, menghadapi patah hati, kehilangan arah, serta menjalani perjuangan yang tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Pengalaman itu dirangkum melalui penggalan lirik, “Dunia tak pernah berjalan seperti yang ku kira/Tumbuh meraba semua yang tak pernah ku lihat/Atau mungkin tak sempat melambat”. Lagu kemudian bergerak menuju bagian yang lebih lapang lewat kalimat, “Selamat datang di sisa masa yang belum reda”.

Aransemen musik berkembang hingga bagian interlude yang terasa megah. Perubahan tersebut menggambarkan momen ketika seseorang mulai menerima keadaan dan merasakan kelegaan. Bagi Fe, pertemuan antara suasana gelap dan harapan merupakan benang merah dalam lagu ini. Cahaya, menurut penggambarannya, tidak selalu muncul dari sesuatu yang lembut, tetapi bisa hadir setelah benturan dan kegelapan.

Tema yang terbuka membuat “Selamat Datang” dapat dimaknai dari beragam sudut pandang. Lagu itu bisa menjadi cerita tentang seseorang yang menghadapi quarter-life crisis, perjalanan rumah tangga, perjuangan seorang ibu baru, maupun hubungan yang menjadi tempat pulang ketika kehidupan terasa kacau.

Awal eksplorasi musikal Fe

Masuknya Fe ke dunia musik merupakan kelanjutan dari perjalanan kreatif yang telah dibangunnya sejak masa kuliah. Ia merupakan lulusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ciputra angkatan 2019. Sebelum bernyanyi, Fe berkecimpung sebagai graphic designer dan stage photographer.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi bagi Fe dalam membangun identitas visual dan pendekatan artistiknya. Namun, secara musikal, ia mengaku masih berada dalam tahap eksplorasi. Sejumlah musisi seperti Yungblud, Sir Chloe, dan Nadin Amizah menjadi bagian dari referensi yang menginspirasinya.

“Ini pembuka dalam eksplorasi musik saya,” kata Fe.

Selera musik Fe mencakup punk rock, ballad, classical, hingga lagu-lagu era 1990-an. Keragaman itu turut membentuk proses pencarian warna musik yang paling merepresentasikan dirinya. Ia menyebut dukungan suami, yang juga menjadi salah satu sumber inspirasi terbesar, ikut menguatkan keputusannya untuk mulai menciptakan karya.

Melalui karakter vokal yang ringan, nuansa hangat, dan aransemen yang terus berkembang, Fe berusaha menghadirkan pengalaman mendengar yang intim sekaligus terbuka untuk berbagai tafsir. Setelah “Selamat Datang”, ia menargetkan produksi satu lagu baru dalam jangka pendek, sebelum mewujudkan rencana jangka panjang merilis sebuah EP.

“Ke depan semoga bisa segera terealisasi untuk EP saya,” ucapnya.

Source link