Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, membantah keterlibatan partainya dalam kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Sebelumnya, Sekjen Peradi Bersatu, Ade Darmawan, menyebut ada tokoh politik besar yang terlibat dalam polemik ijazah palsu Jokowi dengan menggunakan baju berwarna biru. Herzaky menegaskan bahwa tuduhan tersebut hanyalah fitnah tanpa dasar dan bahwa sebutan ‘partai biru’ yang dikaitkan dengan Partai Demokrat merupakan pencemaran reputasi. Ia juga menyatakan bahwa Roy Suryo, yang turut beropini tentang dugaan ijazah palsu, tidak lagi menjadi bagian dari Partai Demokrat sejak tahun 2019 karena perbedaan pandangan.
Menanggapi isu ini, Herzaky menegaskan bahwa hubungan antara keluarga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi sangat baik dan saling menghormati. Ia menambahkan bahwa elite Partai Demokrat diwakili untuk menghadiri Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dipimpin oleh Kaesang Pangarep, sementara AHY mengurus SBY yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Soebroto. Herzaky juga mengritik upaya memanfaatkan isu ini untuk mengadu domba antara SBY dan Jokowi, menyebutnya tidak etis dan berisiko merusak ruang publik. Klarifikasi yang disampaikan diharapkan dapat meredam upaya adu domba yang tidak bertanggung jawab dan memberikan kejelasan kepada masyarakat.










