Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengecam tindakan pembakaran lahan yang terjadi di Sumatera Selatan. Dia mendesak aparat penegak hukum di wilayah tersebut, termasuk Panglima Kodam II Sriwijaya dan Kapolda Sumsel, untuk bertindak tegas terhadap pelaku pembakaran lahan selama musim kemarau. Meski ada 43 hektar lahan yang telah terbakar, Sumsel telah mampu menjaga situasi agar karhutla tidak meluas, berkat kerja keras pemda dan pihak terkait dalam menjaga tinggi muka air gambut.
Hanif juga menyoroti pentingnya penanganan karhutla secara terpadu dan masif, sesuai dengan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto. Dia mendorong pihak konsesi untuk segera memadamkan api jika terdeteksi adanya titik panas atau kebakaran di wilayah konsesinya. Tim penanganan karhutla di Sumsel bekerja sama secara terkoordinasi, baik tim di darat yang dipimpin oleh gubernur, kapolda, dan panglima, maupun tim udara yang dipimpin oleh tim BNPB dan Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang. Upaya ini didukung dengan penggunaan peralatan yang semakin canggih, termasuk 3 helikopter water bombing.
Penegakan hukum yang tegas dan langkah-langkah pencegahan yang kuat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman karhutla. Semua pihak, mulai dari aparat penegak hukum hingga pemangku kepentingan terkait, perlu berperan aktif untuk memastikan bahwa kebakaran lahan tidak hanya dicegah, tetapi juga ditangani dengan cepat dan efektif. Tindakan preventif, penegakan hukum yang konsisten, dan kerjasama lintas sektor akan memperkuat upaya dalam melindungi lingkungan dan mencegah bencana yang lebih besar di Indonesia.












