Pada Jumat malam, sekelompok massa diperkirakan mencapai seratus orang membakar dua bus polisi yang terparkir di eks gedung Mapolres Metro Jakarta Pusat di Jalan Kramat Raya. Selain membakar dua unit bus tersebut, massa juga mengambil beberapa barang dari dalam gedung yang sekarang difungsikan sebagai markas Tim Gegana Korps Brimob Polri. Tidak jauh dari markas Gegana, kelompok yang berbeda membakar sebagian halte Transjakarta Senen Toyota Rangga pada malam yang sama. Demikian pula, mereka juga membakar Halte Transjakarta Polda Metro Jaya dalam unjuk rasa di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan sekitar pukul 21.00 WIB.
Pada hari yang sama, berbagai kelompok mahasiswa dan masyarakat juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Markas Polda Metro Jaya. Demonstrasi tersebut diadakan untuk mengekspresikan kekecewaan dan protes atas jatuhnya korban dalam unjuk rasa sebelumnya di depan Gedung DPR RI. Salah seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan (21), dilaporkan meninggal dunia akibat dilindas oleh kendaraan taktis Brimob di tengah kericuhan antara demonstran dan petugas kepolisian di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis sebelumnya.
Setelah insiden di Pejompongan, tujuh aparat Brimob diduga terlibat dalam peristiwa tersebut, dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan. Kematian Affan memicu unjuk rasa susulan yang melibatkan ratusan anggota masyarakat dan rekan-rekan pengemudi ojek daring di depan Mako Brimob di Kwitang, Jakarta Pusat. Situasi yang terjadi memperlihatkan kondisi yang memanas di beberapa lokasi di Jakarta, yang membuat aparat kepolisian harus berjaga-jaga.












