Berita  

MUI Mendorong Masyarakat untuk Berhenti dari Demo Anarkis

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat untuk menghentikan aksi demo yang bersifat anarkis dan merusak. Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI, Masduki Baidlowi, menekankan pentingnya para pendemo untuk pulang dan tidak menyebabkan kesulitan bagi masyarakat lain. Dia menyatakan bahwa demo yang mengakibatkan kerusuhan akan berdampak pada kehidupan sehari-hari masyarakat, terutama bagi masyarakat yang berjuang mencari nafkah. MUI menyerukan agar demo dihentikan dan tidak menimbulkan anarki serta kerusakan.

Hardiyanto Kenneth, Anggota DPRD DKI Jakarta, juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap kritis terhadap nilai keadilan dan kemanusiaan. Dia meminta agar insiden yang menimpa pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, dapat menjadi momentum untuk introspeksi bersama agar kota ini menjadi tempat yang aman, manusiawi, dan berkeadilan. Bang Kent, sapaan akrabnya, mengungkapkan duka yang mendalam atas musibah yang menimpa Affan Kurniawan, yang dianggap sebagai pejuang jalanan yang berdedikasi dalam pekerjaannya.

MUI juga mengimbau anggota DPR RI untuk menghindari menyentuh sensitivitas masyarakat dalam berbicara, serta mengingatkan kepolisian untuk menggunakan pendekatan humanis. Keseluruhan pesan tersebut diberikan sebagai upaya untuk meredakan ketegangan dan menekankan pentingnya menjaga kedamaian serta nilai-nilai kemanusiaan di tengah-tengah masyarakat.

Source link