Gerakan Ayo Mengaji (Gerami) Kota Jambi menyatakan bahwa sebanyak 51 persen peserta didik di jenjang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Jambi mengalami kesulitan dalam membaca Alquran. Hal ini disampaikan oleh Ketua Gerami Kota Jambi, Masturo, yang menegaskan bahwa angka tersebut tidak dapat ditoleransi, terutama di kalangan pelajar.
Gerami sendiri merupakan gerakan yang bertujuan utama untuk memberantas buta aksara Alquran, dengan fokus pertama pada kaum ibu-ibu. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan oleh Gerami, dari 4.612 peserta didik di SMP Negeri di Kota Jambi, sebanyak 51 persen tidak mampu membaca Alquran, 31 persen hanya bisa mengeja, dan sisanya memahami Alquran.
Diharapkan bahwa Gerami dapat menjadi langkah strategis bagi Pemerintah Kota Jambi dalam membentuk generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan bertemperamen Islami. Kolaborasi antara pemerintah setempat dan Gerami diharapkan dapat mewujudkan generasi masa depan yang berkualitas, baik dari segi akademik maupun spiritual.
Kolaborasi dalam mengatasi buta aksara Alquran ini merupakan bagian dari rangkaian program pendidikan di Kota Jambi, yang meliputi program guru tahfiz dan guru pami. Dukungan dari pemerintah setempat, terutama dari Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan generasi muda di daerah tersebut.










