Berita  

Menlu AS: Dampak Pengakuan Palestina terhadap Gaza

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengungkapkan bahwa negara-negara Barat yang telah mengakui Palestina tidak akan berperan signifikan dalam menyelesaikan konflik di Gaza atau dalam proses perdamaian. Rubio menyatakan bahwa upaya utama bukan hanya untuk menghentikan perang, tetapi untuk mencapai perdamaian yang sejati, yang sulit terwujud selama Hamas masih ada. Meskipun beberapa negara seperti Prancis, Inggris, dan Kanada telah mengakui Palestina, Rubio meyakini bahwa perdamaian sejati harus melalui negosiasi, bukan ditentukan oleh negara Barat tersebut.

Rubio juga menyatakan bahwa masyarakat Gaza memiliki peluang untuk membangun kembali wilayah mereka dengan dukungan dari berbagai negara, termasuk AS. Pengakuan Palestina oleh negara-negara Barat dinilainya lebih terkait dengan politik dalam negeri negara tersebut. Dalam wawancara terpisah, Rubio menyatakan bahwa masa depan rakyat Palestina dan Israel yang hidup berdampingan akan membutuhkan negosiasi yang panjang dan kompleks. Ia menegaskan bahwa jika memang akan ada negara Palestina, maka kepemimpinan negara tersebut harus jelas.

Sejumlah negara seperti Kanada, Australia, Inggris, Portugal, dan Prancis telah mengumumkan pengakuan terhadap Palestina. Namun, Rubio meyakini bahwa penyelesaian konflik Israel-Palestina harus melalui proses negosiasi yang lebih luas. Informasi ini diambil dari Anadolu, dan dapat juga membaca artikel terkait tentang peran Indonesia dan Prancis terkait pembentukan negara Palestina, serta pandangan Menlu RI Sugiono mengenai masa depan Gaza yang harus dimiliki oleh Palestina.

Source link