Sebuah peristiwa muntah yang terjadi di SDN 07 Pulogebang menimbulkan kekhawatiran, namun pihak Puskesmas Pulogebang tidak menemukan tanda-tanda keracunan saat memeriksa sampel makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden itu terjadi saat sejumlah siswa merasa mual setelah makan siang, meskipun hanya enam anak yang mengalami gejala tersebut. Menurut Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur M. Fahmi, penyebab dugaan muntah tersebut diduga berasal dari aroma kol rebus yang disimpan dalam kondisi tertutup dari pagi hingga siang.
Petugas puskesmas memberikan pertolongan pertama kepada enam siswa yang terpengaruh, dan setelah diberi obat, mereka pulih tanpa perlu dirujuk ke rumah sakit. Meskipun demikian, untuk memastikan keamanan, sampel makanan dikirim untuk dilakukan uji laboratorium. Puskesmas Pulogebang menegaskan bahwa belum bisa disebut sebagai keracunan massal dan hasil pemeriksaan laboratorium harus menunggu proses analisis selesai.
Adanya kabar di media sosial yang menyebut keracunan program MBG mengakibatkan kekhawatiran, namun Pemkot Jakarta Timur memastikan bahwa kasus ini belum terbukti sebagai keracunan massal. Kasus ini juga menyadarkan bahwa kondisi kesehatan setiap individu berbeda-beda dan perlu ditangani secara spesifik. Penyebab pasti dari insiden ini masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.












