Penguatan IHSG ditopang oleh penguatan saham-saham multi-sektor, bukan hanya sektor tertentu. Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik memastikan bahwa kenaikan IHSG yang mencatat rekor tertinggi sepanjang masa disebabkan oleh penguatan saham dari berbagai sektor. Hal ini menunjukkan pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan. Jeffrey menjelaskan bahwa kenaikan signifikan IHSG ini merupakan hasil dari mekanisme pasar dan sentimen positif baik dari dalam negeri maupun global. Data perdagangan BEI pada Senin menunjukkan bahwa IHSG menguat 155,90 poin atau 1,85 persen, mencapai posisi 8.570,25. Sedangkan indeks LQ45 naik 17,67 poin atau 2,09 persen ke posisi 863,35. Sejak awal tahun 2025, IHSG telah menguat 1.490,34 poin atau 21,05 persen. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sektor barang konsumen non primer, sektor industri, dan sektor properti merupakan yang menguat paling tinggi. Frekuensi perdagangan saham juga meningkat, dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 51,65 miliar lembar saham senilai Rp45,65 triliun. Dengan demikian, penguatan IHSG diharapkan dapat terus berlanjut seiring dengan dukungan dari saham-saham multi-sektor.
Rekor Tertinggi BEI: IHSG Diuntungkan Saham Multi-Sektor
Read Also
Recommendation for You

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, telah membantah laporan mengenai negosiasi antara Italia dan Teheran…

Setiap 13 Maret, Thailand memperingati Hari Gajah Nasional untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan gajah….

Industri batu bara dan minyak sawit Indonesia kini berada dalam sorotan Presiden Prabowo Subianto. Dalam…

Komisi V DPR menyoroti kondisi jalan rusak di ruas Tol Jakarta-Tangerang yang dapat membahayakan pengendara…

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Australia Richard Marles bertemu…







