China berkomitmen untuk mengikuti hasil konferensi perubahan iklim PBB COP30 di Belem, Brasil, dan melaksanakan Perjanjian Paris sebagai pedoman. Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, menyatakan hal ini dalam konferensi pers di Beijing. Konferensi COP30 di Belem diikuti oleh 195 negara dan kesepakatan terakhir, yang disebut Global Mutirão, dianggap masih jauh dari harapan banyak pihak. Dokumen hasil konferensi tidak secara spesifik menyebut minyak, gas, dan batu bara sebagai penyebab krisis iklim utama serta tidak memberikan langkah konkret untuk menguranginya. Konferensi ini merupakan pertemuan iklim internasional pertama setelah AS mundur dari Perjanjian Paris pada Januari 2025. China, yang diwakili oleh Wakil Perdana Menteri Ding Xuexiang, menawarkan tiga proposisi untuk tetap fokus pada arah yang benar, menerjemahkan komitmen iklim menjadi tindakan, dan meningkatkan keterbukaan serta kerja sama. Kesepakatan COP30 mencatat kesenjangan besar antara target menahan pemanasan global di bawah 1,5 derajat Celsius dan situasi saat ini. Ada juga perdebatan mengenai peta jalan transisi energi dari sumber-sumber energi fosil. JustCOP berpendapat bahwa negara maju menolak untuk memenuhi pendanaan di berbagai bidang, yang merusak keadilan dan kepercayaan global.
China Bersumpah Mengikuti Hasil COP30 Brasil
Read Also
Recommendation for You

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin melakukan…

Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menunjukkan barang bukti berupa uang tunai terkait Operasi Tangkap…

Pasang laut dapat memiliki dampak yang signifikan bagi para petambak di pesisir Provinsi Kalimantan Timur…

Inter Milan yang dilatih oleh Cristian Chivu siap menghadapi tantangan besar dari Arsenal dalam laga…

Pada bulan Januari, Arminia Bielefeld, klub Liga Kedua Jerman, menjalankan serangkaian coaching clinic di Indonesia….







