Capaian yang luar biasa telah diraih oleh sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) Indonesia pada Tahun Perak Abad ke-21. Dari produksi minyak dan gas bumi, mineral dan batu bara, hingga energi baru dan terbarukan, semua subsektor berusaha untuk mencapai ketahanan energi yang lebih baik. Dalam acara “Arah Bisnis 2026: Menuju Kedaulatan Ekonomi”, Bahlil Lahadalia menyatakan optimisme bahwa produksi minyak bumi Indonesia dapat melebihi target yang ditetapkan dalam APBN 2025. Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa produksi minyak bumi pada Januari-Oktober 2025 telah mencapai 605,5 ribu barel minyak per hari, melebihi target sebesar 605 ribu barel minyak per hari.
Selain itu, sektor ESDM juga berhasil meningkatkan setoran penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp210,90 triliun hingga November 2025. Meskipun harga komoditas tambang mengalami penurunan, subsektor mineral dan batu bara tetap menyumbang PNBP tertinggi diikuti oleh subsektor migas, panas bumi, dan subsektor lainnya.
Indonesia juga serius dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan sebagai komitmen terhadap Kesepakatan Paris. Bauran energi baru dan terbarukan dalam campuran energi nasional telah mencapai 16,23 persen di semester pertama 2025, menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya. Pemerintah pun telah meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang diakui sebagai RUPTL paling hijau.
Selain itu, pemerintah berhasil menerapkan program mandatori B40 untuk campuran bahan bakar biodiesel sebanyak 40 persen, yang telah memberikan penghematan devisa negara sebesar Rp93,43 triliun. Pemerintah juga berencana untuk menerapkan B50 pada Semester II 2026 untuk mengurangi impor minyak solar.
Partisipasi masyarakat juga diberi perhatian dalam sektor ESDM melalui beberapa regulasi yang memberi ruang bagi BUMD, koperasi, UMKM, dan ormas untuk mengelola sumber daya alam. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan pengelolaan sumber daya alam yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan capaian dan komitmen tersebut, Indonesia semakin menuju pada kemandirian energi dan pengelolaan sumber daya alam yang lestari.












