Pasar otomotif global saat ini tengah dalam situasi yang membingungkan, dengan Cina beralih ke kendaraan listrik (EV) sementara Amerika Serikat menarik dukungan federal pada EV. Di sisi lain, Eropa berada di tengah-tengah pertarungan antara melarang mobil bensin dan mengakui kekuatan pasar mobil listrik Cina. Situasi ini tidak dapat berlangsung lama, dan dalam rangkuman harian Critical Materials tentang listrik dan teknologi otomotif, kita melihat dampaknya.
Eropa sedang menghadapi dilemma terkait masa depan mesin pembakaran internal. Produsen mobil dan pemasok di Eropa menjajaki kemungkinan pelobi mereka membatalkan rencana pelarangan mobil bensin hingga tahun 2035. Namun, ada juga pihak yang memperingatkan bahwa tindakan ini berarti mengaku kalah dari Cina.
Beberapa produsen mobil besar di Eropa berusaha mempertahankan mobil dengan mesin pembakaran dengan asumsi Uni Eropa tidak menerapkan pelarangan. Merek-merek seperti BMW, Mercedes-Benz, dan Stellantis mempertaruhkan bahwa mobil bensin masih akan diminati setelah tahun 2035. Namun, para produsen ini diingatkan bahwa mundur berarti membiarkan Cina menguasai pasar EV global.
Menurut Benjamin Krieger dari Asosiasi Pemasok Otomotif Eropa, konsumen di Eropa mungkin belum siap untuk beralih sepenuhnya ke mobil listrik pada tahun 2035. Sementara itu, kelompok-kelompok E-Mobility Europe dan ChargeUp Europe menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan Eropa mengendurkan rencana larangan mobil bensin, yang bisa memperlambat transisi ke kendaraan listrik.
Di Amerika Serikat, penjualan mobil listrik melambat setelah insentif kredit pajak sebesar $7.500 dicabut. Data menunjukkan penjualan mobil listrik di AS pada bulan November tahun ini 18% lebih lambat daripada tahun sebelumnya. Sementara mobil listrik di bawah $25.000 terjual dengan cepat, kondisi pasar mobil listrik secara keseluruhan terpengaruh oleh perubahan insentif pajak.
Dengan banyak faktor yang memengaruhi pasar otomotif global, termasuk keputusan politik dan kebijakan pemerintah, penting bagi Eropa untuk mempertahankan rencana larangan mobil bensin agar tidak tertinggal dalam era mobil listrik yang semakin marak. Tantangan ini juga relevan dengan penjualan mobil listrik di AS yang terpengaruh oleh perubahan insentif. Jika tidak, pasar otomotif global dapat terbuka bagi dominasi Cina dalam hal EV. Bagaimana pandangan Anda tentang masa depan mobil bensin dan listrik?












