Pentingnya Penggunaan Lidar dalam Pengemudi Otomatis
Salah satu argumen yang sangat jelas untuk menggunakan pengemudi otomatis yang hanya menggunakan kamera adalah fakta bahwa manusia hanya mengandalkan mata dan otak mereka, sehingga seharusnya kamera dan kecerdasan buatan yang tepat sudah cukup. Namun, ketika kita berbicara tentang keamanan mobil tanpa sopir, seharusnya mereka menggunakan sensor yang jauh lebih canggih daripada apa yang bisa dilihat oleh mata manusia.
Industri kendaraan otonom secara luas setuju dengan pendapat ini. Baru-baru ini, Rivian bergabung dengan perusahaan lainnya dengan menawarkan lidar pada Rivian R2, kendaraan yang menjanjikan banyak fitur canggih, dengan harga mulai dari $45.000.
Meskipun Tesla mungkin memilih pendekatan yang berbeda dengan hanya menggunakan kamera dan kecerdasan buatan, Rivian hari ini memberikan tinjauan yang menarik mengapa lidar sangat penting. Pada masa lalu, lidar dianggap terlalu mahal dan hanya digunakan pada robot taksi. Namun, harga lidar telah turun secara signifikan dan bahkan sudah dipasang pada beberapa mobil kelas atas seperti Volvo EX90 dan Cadillac Escalade IQ.
Menurut Vidya Rajagopalan, seorang eksekutif senior di Rivian, sebelumnya harga lidar mencapai puluhan ribu dolar, tetapi sekarang sudah bisa didapat dengan harga beberapa ratus dolar saja. Kualitas dan ukuran lidar juga semakin baik, sehingga penggunaannya semakin luas bahkan pada mobil-mobil yang lebih terjangkau.
Selain itu, Rivian juga merilis video yang membandingkan sensor kamera, radar, dan lidar. Video ini menunjukkan bagaimana lidar jauh lebih unggul dalam situasi cuaca buruk atau keadaan minim cahaya seperti di malam hari. Dengan lidar, mobil otonom dapat mendeteksi objek atau orang yang sulit dilihat oleh mata manusia, yang sangat penting untuk keamanan di jalan raya.
Dengan demikian, penggunaan lidar dalam kendaraan otonom tampaknya menjadi keputusan yang cerdas dan krusial untuk memastikan keamanan dan kinerja yang optimal. Riwayat perkembangan teknologi lidar yang semakin baik juga menunjukkan bahwa teknologi ini bisa menjadi standar di masa depan untuk kendaraan otonom yang lebih aman dan handal.












