Forum Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, mendorong kedua belah pihak di PBNU untuk melakukan islah guna menyelesaikan konflik yang sedang terjadi. Keputusan tersebut diambil setelah forum yang diselenggarakan di Pesantren Lirboyo Kediri, dimana para peserta menilai bahwa konflik internal di PBNU telah merusak reputasi dan kepercayaan publik terhadap NU.
Forum ini diselenggarakan sebagai bentuk keprihatinan atas konflik internal yang semakin meruncing di tubuh kepengurusan PBNU. Pesantren Lirboyo menjadi lokasi ketiga dari rangkaian forum ini setelah sebelumnya diadakan di Pesantren Al Falah Kediri dan Pesantren Tebuireng, Jombang. Melalui forum tersebut, Forum Musyawarah Kubro meminta agar Rais Aam dan Ketua Umum PBNU melakukan islah paling lambat 3×24 jam sejak tanggal 21 Desember 2025 untuk menjaga keutuhan NU.
Jika islah tidak tercapai, Forum Musyawarah Kubro akan menyerahkan kewenangan kepada Mustasyar NU untuk menyelenggarakan Muktamar NU Dipercepat pada 2026 dalam tenggat waktu 1×24 jam. Alternatif lain yang disepakati adalah pelaksanaan Muktamar Luar Biasa (MLB) dengan dukungan 50 plus 1 persen dari pengurus wilayah NU, sebelum rombongan jamaah haji pertama tahun 2026 diberangkatkan. Forum ini dihadiri oleh perwakilan dari PWNU, PCNU, dan PCINU serta menjadi panggung bagi diskusi yang melibatkan berbagai pihak terkait NU.












