Stellantis Dealer Targeting Existing Management

Beberapa bulan sebelum Carlos Tavares mengundurkan diri, Stellantis National Dealer Council (NDC) di AS mengirim surat bernada keras kepada CEO saat itu, menudingnya sebagai biang “bencana” dan “kemerosotan cepat” pada Jeep, Ram, Dodge, dan Chrysler. Meski Tavares sudah pergi selama sedikit lebih dari setahun, bayang-bayangnya masih terasa di kalangan dealer AS. Dalam wawancara dengan Automotive News, ketua NDC Sean Hogan berbicara blak-blakan soal kepemimpinan sebelumnya, menilai mantan CEO tersebut memiliki visi yang keliru untuk raksasa otomotif itu karena menghilangkan unsur “seru” sambil memangkas biaya secara drastis.

Situasi tampaknya membaik di bawah kepemimpinan Antonio Filosa di Stellantis. Dibandingkan Tavares, tim manajemen baru dipuji NDC karena dinilai memahami apa yang benar-benar berhasil. Hogan menyoroti kembalinya mesin Hemi serta komitmen perusahaan untuk berinvestasi sebesar US$13 miliar di AS hingga akhir dekade ini. Produk-produk baru juga disebut sudah di depan mata, termasuk Dodge Durango generasi berikutnya dan sebuah SUV dengan emblem Ram.

Namun, tidak semua merek mungkin bertahan di bawah payung Stellantis. Laporan terbaru Reuters menyebut Filosa sedang “menilai kelayakan jangka panjang semua 14 merek,” dengan sejumlah merek Eropa dinilai lebih rentan. Sejak era Tavares, banyak pihak mempertanyakan apakah mempertahankan begitu banyak merek masuk akal, mengingat risiko tumpang tindih produk yang bisa saling “memakan” penjualan.

Dealer-dealer Amerika terlihat lebih optimistis daripada sebelumnya sejak merger FCA-PSA pada 2021 yang membentuk Stellantis. Dengan investasi besar yang menguntungkan semua pabrik di AS, kepercayaan mereka ada dasarnya. Para dealer juga menanti gelombang produk baru. Meski Stellantis menjalani tahun yang kurang menggembirakan di AS, dengan penjualan turun 3 persen menjadi 1.260.344 unit, para dealer yakin langkah-langkah Filosa akan membuahkan hasil. Visi kini terasa jauh lebih jelas, terutama di AS, di mana manajemen baru tampak memahami pelanggannya jauh lebih baik dibanding rezim sebelumnya.

Source link