Pentingnya Integrasi Sekolah dengan Layanan Kesehatan Mental Menurut UNICEF
UNICEF menekankan pentingnya integrasi antara sekolah dan sistem layanan kesehatan mental untuk mengenali tanda-tanda stres pada anak guna mencegah kejadian bunuh diri yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terulang kembali. Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, menyebut bahwa kerjasama lintas sektor telah dilakukan dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk melatih tenaga profesional dalam memberikan layanan konseling di sekolah.
UNICEF berperan dalam memperkuat sistem layanan kesehatan mental melalui pelatihan tenaga profesional, pengembangan layanan konseling di sekolah, serta meningkatkan keterampilan guru dalam mengenali tanda-tanda stres pada anak. Kolaborasi dianggap sebagai kunci utama dalam upaya menghapus kekerasan terhadap anak. Selain perlindungan di dunia nyata, UNICEF juga menyoroti pentingnya perlindungan di dunia digital, mengingat dunia digital rentan terhadap ancaman anak seperti perundungan online dan eksploitasi seksual.
Duta Nasional UNICEF, Cinta Laura Kiehl, menyatakan bahwa kolaborasi antar lembaga menjadi kunci dalam mengatasi masalah kesehatan mental anak di Indonesia. Selain peran sebagai National Ambassador UNICEF, Cinta Laura juga menjalankan yayasan dan gerakan pribadi serta bekerja sama dengan berbagai institusi terkait. Menegaskan bahwa dengan kolaborasi, semua pihak dapat mewujudkan tujuan dan membantu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak Indonesia.












