Seorang warga di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan membangun hunian sementara (huntara) di sekitar jembatan bailey Sungai Garoga. Hunian sementara ini dibangun dengan memanfaatkan kayu gelondongan sisa banjir bandang pada November 2025. Keberanian dan kreativitas warga Desa Garoga dalam mengolah kayu bekas banjir untuk kepentingan hunian menunjukkan semangat gotong royong dan kebersamaan yang tinggi di masyarakat setempat. Tindakan ini juga memberikan solusi yang inovatif dalam mengatasi dampak banjir yang melanda daerah tersebut. Selain itu, pembangunan hunian sementara ini juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bertahan dan memulai kehidupan baru setelah bencana alam. Semoga dengan adanya inisiatif seperti ini, warga Desa Garoga dapat segera pulih dan bangkit dari cobaan yang menimpa mereka. Copyright © ANTARA 2026. Hanya dengan izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA, konten ini dilarang keras untuk diambil, dilakukan crawling, atau diindeks secara otomatis untuk AI.
Kreativitas Warga Desa Garoga: Kayu Bekas Banjir Dijadikan Hunian
Read Also
Recommendation for You

Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) menerapkan standar internasional untuk kompetensi kehumasan melalui kerja sama dengan…

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mendesak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk meningkatkan daya…

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebagai…

Harga pangan di Indonesia pada Jumat mencatat angka yang cukup signifikan menurut Pusat Informasi Harga…

Dana Desa tidak dipotong atau diambil oleh pusat, tetapi tata kelolanya yang mengalami perubahan. Menteri…







