Berita  

Peluang Kerja Sama Antariksa Rusia-ASEAN: Peluang Kolaborasi Luar Biasa

Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Evgeny Zagaynov, menyoroti potensi kerja sama antara Rusia dan ASEAN di sektor antariksa. Menurut Dubes Zagaynov, ASEAN berencana memiliki pernyataan resmi tentang kerja sama antariksa, yang dapat menjadi bidang kerja sama yang menjanjikan antara Rusia dan ASEAN.

Pada bulan Maret lalu, Badan Antariksa Filipina, Badan Pengembangan Teknologi Geo-Informatika dan Ruang Angkasa Thailand, serta UNOOSA menggelar Seminar Kesadaran Situasi Ruang Angkasa (SSA) dan Manajemen Lalu Lintas Ruang Angkasa (STM) ASEAN di Manila, Filipina. Dalam acara tersebut, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menekankan pentingnya kerja sama regional dalam keamanan dan tata kelola ruang angkasa.

Dalam konteks ASEAN yang menaungi 684 juta orang dan merasakan hampir 40 persen bencana alam dunia, kesadaran situasional ruang angkasa dan manajemen lalu lintas ruang angkasa menjadi krusial. Kao menegaskan bahwa data satelit real-time adalah infrastruktur yang vital dalam menyelamatkan nyawa dan menjaga sistem pemantauan serta respons bencana ASEAN tetap beroperasi.

ASEAN terlibat dalam teknologi antariksa, terutama melalui program kerja sama antariksa ASEAN-India. Melalui program ini, infrastruktur penting seperti stasiun telemetri, pelacakan, dan komando sedang dibangun di Indonesia dan Vietnam. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas regional dalam berbagai bidang seperti manajemen bencana, pemantauan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Kao juga mendorong para pemangku kepentingan untuk mengubah dialog menjadi langkah nyata yang dapat dituangkan dalam Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Ruang Angkasa. Deklarasi ini diharapkan akan diadopsi pada KTT ASEAN akhir tahun ini di Filipina. Semua inisiatif ini menunjukkan bahwa kerja sama antara Rusia dan ASEAN di bidang antariksa memiliki potensi besar dan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kedua belah pihak.

Source link