Kampanye Anti-KDRT Diwarnai CFD Malang oleh Film Suamiku Lukaku

Kampanye Anti KDRT di CFD Malang dan Pesan Film Suamiku Lukaku

Pada hari Minggu, 17 Mei 2026, suasana Car Free Day (CFD) di Jalan Ijen, Kota Malang menjadi saksi kampanye anti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dihelat oleh puluhan perempuan. Mereka membentangkan banner dengan pesan perlindungan perempuan sambil mempromosikan film Suamiku Lukaku yang mengangkat kisah nyata.

Kampanye ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan keberanian perempuan dalam menghadapi KDRT. Key Opinion Leader (KOL) Kota Malang, Wully Agustin menyatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar promosi film, tetapi juga menyampaikan pesan sosial agar perempuan lebih berani menentang KDRT.

Menurut Wully, isu KDRT masih menjadi permasalahan serius yang sering dialami perempuan, namun banyak korban yang memilih untuk diam. Oleh karena itu, melalui kampanye ini, para ibu dan single parent diundang untuk bersuara demi perlindungan perempuan di ruang publik.

Film Suamiku Lukaku dan Pesan Perlindungan Perempuan

Film Suamiku Lukaku yang disutradarai oleh Sharad Sharan mengangkat kisah KDRT yang masih kerap terjadi di masyarakat. Cerita dalam film tersebut mencerminkan tindakan kekerasan fisik maupun mental terhadap perempuan.

Wully menekankan bahwa setiap perempuan berhak mendapatkan penghargaan, cinta, dan perlakuan yang layak di dalam rumah tangga. Ia menegaskan bahwa KDRT tidak seharusnya terjadi dan bahwa perempuan pantas dihormati dan tidak dilukai.

Tayang Perdana Film dan Pesan “Perempuan Berani Bicara”

Film Suamiku Lukaku yang diperankan oleh Baim Wong dan Acha Septriasa sebagai pemeran utama dijadwalkan akan tayang mulai tanggal 27 Mei 2026. Gala premiere film ini akan diselenggarakan pada 19 Mei 2026 di bioskop Mopic Malang dan akan dihadiri para pemain film termasuk Acha Septriasa yang membawa pesan agar “perempuan berani bicara”.

Dengan galanya yang akan dihadiri oleh para pemain, kampanye anti KDRT yang diusung oleh film Suamiku Lukaku terus menggaungkan pentingnya perempuan untuk bersuara dan tidak takut melawan kekerasan dalam rumah tangga.

Source link