JAKARTA – Baim Wong kembali ke dunia akting layar lebar dengan warna baru dalam film drama keluarga “Suamiku Lukaku”. Memerankan karakter Irfan, seorang suami yang penuh tekanan emosional dan melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya, Amina, yang diperankan oleh Acha Septriasa.
Pilihan Peran yang Mengejutkan
Baim mengakui bahwa memilih peran ini membuatnya terkejut. Setelah lama berada di balik layar sebagai sutradara, tawaran untuk berperan dalam film bertema KDRT terasa berbeda untuknya. Namun, di balik keraguan itu, Baim melihat pesan sosial penting yang ingin disampaikan lewat film ini.
Ia menganggap bahwa tantangan terbesar bukan hanya membangun karakter, tetapi juga menghadirkan adegan emosional yang tetap nyata namun aman bagi para pemain selama syuting berlangsung. Dalam beberapa adegan, Baim bahkan tidak memberi petunjuk kepada Acha mengenai respons yang akan diberikan agar ekspresi yang ditampilkan terlihat lebih natural.
Chemistry Lama yang Membantu
Kedekatan personal antara Baim Wong dan Acha Septriasa juga membantu proses pendalaman karakter. Hubungan pertemanan yang terjalin lama membuat keduanya lebih mudah membangun chemistry selama produksi berlangsung. Obrolan panjang di sela-sela syuting menjadi sarana untuk menyamakan emosi dan memahami karakter masing-masing.
Acha melihat transformasi yang berbeda dari Baim dalam film ini. Menurutnya, Baim berhasil keluar dari karakter personalnya dan berperan lebih matang. Keberanian Baim dalam mencoba zona baru menjadi nilai tambah yang membuat film terasa lebih hidup dan emosional.
“Suamiku Lukaku” tidak hanya menghadirkan konflik rumah tangga, tetapi juga menyentuh realitas sosial tentang kekerasan domestik. Film ini memperlihatkan bagaimana kekerasan meninggalkan dampak mendalam bagi korban, serta usaha Amina untuk keluar dari lingkaran kekerasan dengan dukungan dari Zahra, seorang pengacara yang diperankan oleh Raline Shah.
Diproduksi oleh SinemArt dan turut dibintangi oleh Ayu Azhari serta Azkya Mahira, “Suamiku Lukaku” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Mei 2026. Film ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi lebih luas mengenai keberanian bersuara dan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan saling menghargai.












