Berita  

Hilirisasi Smelter KESDM Raih PNBP Minerba Rp56 Triliun

Hilirisasi Smelter Kontribusi Besar pada Penerimaan Negara

Jakarta – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor minerba hingga pertengahan Mei 2026 mencapai Rp56 triliun atau tumbuh 6,21 persen secara tahunan.

Peran Strategis Program Hilirisasi

Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan peningkatan penerimaan tersebut didorong oleh keberhasilan program hilirisasi melalui pengoperasian sejumlah smelter yang menjadi bagian integral dari ekosistem MIND ID.

Kehadiran smelter tembaga milik PT Freeport di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) Gresik, Jawa Timur, memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat kapasitas pemurnian konsentrat tembaga di dalam negeri.

Progres Pembangunan Smelter

Tri mengungkapkan bahwa hingga saat ini, terdapat tiga proyek smelter yang telah selesai dan mulai beroperasi, meliputi smelter milik PT Aneka Tambang Tbk di Pomalaa, PT Vale Indonesia Tbk di Sulawesi, dan smelter tembaga PT Freeport Indonesia di Gresik.

Selain itu, terdapat 14 smelter terintegrasi dalam program hilirisasi mineral nasional, terdiri dari enam smelter nikel, enam smelter bauksit, satu smelter tembaga, dan satu smelter besi. Dari jumlah tersebut, lima smelter telah selesai dibangun, sementara sembilan lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

Investasi total dalam program smelter berhasil mencapai 7,8 miliar dolar AS dengan capaian yang signifikan dalam pembentukan industri pengolahan mineral. Misalnya, smelter nikel terintegrasi memiliki kapasitas masukan 24,9 juta ton per tahun dengan kapasitas produksi mencapai 924.780 ton per tahun.

Hal serupa juga terjadi pada smelter tembaga dan bauksit dengan tingkat kapasitas produksi yang cukup besar.

Pemerintah juga fokus bukan hanya pada pembangunan fisik smelter, tetapi juga memastikan operasional industri yang berjalan produktif dan bersaing dalam pasar global.

Para anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PAN juga mendorong pemerintah untuk mempercepat penyelesaian pembangunan smelter yang masih dalam tahap proses demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan upaya bersama antara pemerintah, industri, dan legislatif, diharapkan sektor minerba dan hilirisasi smelter dapat terus memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Source link