Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Warga Dianjurkan Untuk Waspadai
Jakarta, 31 Januari 2026
Menurut laman IQAir pada Senin pagi, kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif. Hal ini membuat warga diharuskan untuk menghindari aktivitas di luar rumah. Pukul 05.00 WIB, IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 139 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 51 mikrogram per meter kubik atau 10,2 kali lebih tinggi dari nilai panduan kualitas udara tahunan WHO.
Penyebab Kualitas Udara Jakarta Buruk
PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron yang banyak ditemukan di udara, seperti debu, asap, dan jelaga. Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada individu yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis. Rekomendasi kesehatan saat ini termasuk menghindari beraktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menutup jendela, dan menyalakan penyaring udara.
Pengaruh Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor serta menurunkan polusi udara di Jakarta. Aktivitas lalu lintas kendaraan yang berkurang selama HBKB berlangsung berkontribusi pada peningkatan kualitas udara. Sebagai salah satu penyumbang utama pencemaran udara, sektor transportasi menjadi fokus dalam upaya pengurangan polusi oleh Pemprov DKI Jakarta.
Selain memberikan ruang publik yang lebih sehat, pelaksanaan HBKB juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kualitas udara di Jakarta. Langkah-langkah ini merupakan upaya konkret untuk melindungi kesehatan masyarakat dan lingkungan dari dampak negatif polusi udara.












