PMPA PALAWA Unpad Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa di NTT
Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Alam (PMPA) PALAWA Unpad bekerjasama dengan Korps Alumni PALAWA (KAP) Unpad dan Yayasan Palawa Indonesia (YPI) telah menyalurkan bantuan. Aksi ini dilakukan dengan mendistribusikan bantuan kepada korban gempa bumi di pengungsian mandiri Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka Maumere.
Bantuan yang Diberikan
Koordinator Korps Alumni PALAWA (KAP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Riza Fahriza, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak, seperti sembako, makanan siap saji, terpal, tenda, selimut, serta tikar atau matras. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa penanganan pascabencana.
Teknis penyaluran bantuan dilakukan dengan cara membelanjakan langsung barang-barang yang dibutuhkan di Flores. Menurut Riza, prioritas utama adalah pangan, perlengkapan hunian sementara, kesehatan, sanitasi, dan penerangan bagi masyarakat yang terdampak.
Situasi Terkini di NTT
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban meninggal akibat gempa bumi di Pulau Flores, NTT, telah mencapai 111 jiwa. Gempa bermagnitudo 7,7 tersebut telah menimbulkan ribuan gempa susulan, dengan perkiraan akan terus berlangsung selama satu bulan ke depan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026, telah terjadi 8.794 gempa susulan dengan rentang kekuatan antara magnitudo 1,0 hingga 6,2. Diperkirakan aktivitas seismik susulan akan terus berlanjut selama 3 hingga 4 minggu ke depan.












