Masyarakat Mulai Temukan Keseimbangan Antara Belanja Online dan Offline
Jakarta – Pakar pemasaran Yuswohady mengungkapkan bahwa pola belanja masyarakat kini memasuki fase keseimbangan antara kanal daring (online) dan luring (offline). Hal ini terjadi setelah perubahan perilaku belanja yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Pergeseran dari belanja offline ke online telah dipercepat oleh pandemi COVID-19, namun saat ini masyarakat mulai menemukan titik ekuilibrium antara kedua kanal tersebut.
Perubahan Perilaku Belanja
Sebelum pandemi, pola belanja secara alami sudah mengarah ke kanal online. Namun, dengan adanya pandemi, pergeseran tersebut semakin cepat dan bahkan memaksa masyarakat untuk beralih secara lebih masif ke belanja online. Meskipun lonjakan penggunaan kanal digital berlangsung selama beberapa tahun, saat ini terjadi perubahan di mana konsumen tidak sepenuhnya fokus pada kanal online saja.
Menurut Yuswohady, setelah lebih dari lima tahun sejak awal pandemi, masyarakat mulai menemukan keseimbangan antara belanja online dan offline. Perkembangan ini menunjukkan bahwa perubahan perilaku konsumen tidak selalu bersifat linear, dan penggunaan kanal offline tetap relevan dalam pola konsumsi masyarakat.
Keseimbangan Antara Online dan Offline
Meskipun kanal online telah mengubah kebiasaan belanja masyarakat, kanal offline juga tetap menjadi bagian penting dari pola konsumsi. Saat ini, terlihat adanya ekuilibrium antara kedua kanal tersebut, di mana konsumen tidak harus memilih secara mutlak antara belanja online atau offline. Setelah fase percepatan digitalisasi selama pandemi, masyarakat kini mencari cara untuk menggunakan kedua kanal dengan lebih seimbang.
Perubahan ini menunjukkan bahwa kanal online dan offline akan tetap eksis dalam perilaku belanja masyarakat. Masyarakat saat ini tidak lagi terpaku pada perpindahan dari offline ke online secara penuh, melainkan mulai menemukan keseimbangan yang memadukan keduanya.
Dengan demikian, terbentuklah fase baru dalam perilaku belanja masyarakat, di mana kedua kanal, baik online maupun offline, dapat berjalan berdampingan sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.












