Sebuah penelitian terbaru dari pemimpin teknologi periklanan global, The Trade Desk, menekankan pentingnya strategi omnichannel dalam menghadapi kelelahan yang semakin meningkat di tengah lingkungan media yang terfragmentasi. Menurut penelitian tersebut, 66 persen konsumen di Asia Tenggara tidak memperhatikan iklan berulang yang ditayangkan di satu saluran, menggarisbawahi urgensi bagi pengiklan untuk beralih ke pendekatan omnichannel yang terhubung. Perbedaan antara kampanye omnichannel dan multichannel, serta dampaknya terhadap pengalaman konsumen, menjadi fokus utama penelitian tersebut.
Dalam konteks Asia Tenggara, konsumen menghabiskan rata-rata lebih dari delapan jam sehari di lima lingkungan media yang berbeda, seperti CTV/OTT, streaming musik, game, berita, dan situs web. Fragmentasi media yang semakin meluas ini menyulitkan pemasar untuk menyajikan iklan yang relevan dan menarik tanpa memberatkan pemirsa. Kelelahan iklan juga semakin merapat, terutama di negara-negara seperti Indonesia, Filipina, Thailand, dan Singapura. Masalah ini khususnya dirasakan oleh Gen Z, yang tidak menyukai iklan yang terus-menerus muncul di berbagai saluran.
Dalam menghadapi tantangan ini, pendekatan omnichannel dinilai lebih efektif dalam mengelola frekuensi iklan di berbagai saluran dan platform. Penduduk Asia Tenggara ternyata masih menerima iklan yang relevan dan berpengaruh, dengan lebih dari separuh dari mereka mengatakan bahwa iklan memengaruhi pembelian berikutnya. Hal ini menunjukkan pentingnya menyampaikan pesan dengan tepat waktu dan relevan, sesuai dengan keadaan konsumen saat membeli.
Laporan The Trade Desk juga mencakup wawasan pasar terkait strategi omnichannel yang efektif di Thailand, Filipina, Singapura, dan Indonesia. Dengan fokus pada pengingat merek, tingkat kepercayaan iklan, dan potensi pertumbuhan bisnis, para pemasar dapat menyesuaikan strategi mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di masing-masing negara. Kesimpulannya, penggunaan pendekatan omnichannel yang terintegrasi dapat membantu mengurangi kelelahan iklan, meningkatkan kepercayaan konsumen, dan memaksimalkan dampak persuasif iklan.












