Pakar Lingkungan Hidup dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Suprihatin menyatakan bahwa masa pakai galon tidak memengaruhi potensi migrasi Bisphenol A (BPA) dari galon polikarbonat (PC) ke dalam air minum dalam kemasan (AMDK). Menurutnya, migrasi BPA terjadi hanya dalam kondisi tertentu yang ekstrem, tidak dipengaruhi oleh seberapa sering galon digunakan. Faktor kimia seperti tingkat keasaman (pH) dan faktor fisik seperti suhu dan mekanis juga berpengaruh pada potensi migrasi BPA ke dalam air minum. Meskipun demikian, dalam kondisi normal, tingkat migrasi BPA dari galon ke AMDK rendah sehingga kadar BPA dalam air minum juga rendah dan aman untuk kesehatan. Penggunaan galon guna ulang PC masih aman asalkan digunakan dalam keadaan bersih dan benar. Lembaga pemerintah, seperti BPOM, bertanggung jawab untuk memantau dan memberikan edukasi tentang penggunaan galon AMDK. Selain itu, penggunaan galon guna ulang harus memenuhi standar SNI dan lolos uji coba yang ditetapkan oleh BPOM. Regulasi di Indonesia juga mengatur keamanan pangan, termasuk standar kemasan pangan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk air minum dalam kemasan. Setiap wadah AMDK harus memiliki label SNI sesuai regulasi yang berlaku guna menjamin kualitas produk. Industri AMDK juga diwajibkan melakukan pengujian produk ke laboratorium uji untuk memastikan kualitas dan keamanan.
Pentingnya Memahami Kandungan BPA dalam Galon Tanpa Mempengaruhi Migrasi
Read Also
Recommendation for You

Rumah Sakit Undata Palu Evakuasi Pasien sebagai Langkah Antisipasi Gempa Susulan RSUD Undata Palu melakukan…

BPBD Sleman Selesaikan Fenomena Rumah Api di Seyegan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mengumumkan…

Sulut Optimistis Meraih Juara Umum Pesparawi Nasional XIV di Manokwari Sulut Optimistis Meraih Juara Umum…

Banjir Luapan Terjang Tiga Desa di Aceh Barat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh…








