Berita  

Jumlah Korban Jiwa Akibat Kelaparan di Gaza: PBB Menyatakan Pertambahan

Sebuah laporan dari Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu menyebutkan bahwa korban jiwa akibat kelangkaan makanan di Gaza terus meningkat akibat serangan udara dan pengeboman yang terjadi. Delapan orang dilaporkan meninggal dunia dalam 24 jam sebelumnya, termasuk tiga anak, akibat malnutrisi dan kelaparan. OCHA melaporkan bahwa krisis kemanusiaan yang semakin dalam membutuhkan bantuan mendesak. Pada tahun ini, lebih dari 340 anak telah dirawat di Gaza akibat malnutrisi, dan total 49 kematian anak tercatat, termasuk 39 balita.

OCHA juga menyebutkan bahwa data yang dikumpulkan dari rumah tangga di seluruh Gaza menunjukkan adanya trauma mental, seperti kecemasan dan depresi yang terus berlanjut. Situasi di tempat penampungan tidak resmi dilaporkan penuh sesak, tidak aman, serta minim privasi, khususnya bagi perempuan dan anak-anak. Upaya pendukung kesehatan mental telah dilakukan oleh mitra kemanusiaan PBB di Gaza.

Masalah sanitasi buruk dan kelangkaan air bersih terus dilaporkan, sementara jalur pipa air Israel, Mekorot, masih mengalami kerusakan. PBB telah mengirim lebih banyak makanan dan bahan bakar ke Gaza, meskipun sebagian besar misi bantuan terhalang atau ditolak. Kondisi tenda dan terpal tempat perlindungan sangat memprihatinkan, dengan pasokan yang tidak mencukupi.

Meskipun masuknya barang ke Gaza sedikit memperbaiki situasi pasar, namun bantuan yang diterima tidak mencukupi bagi warga yang kelaparan. Operasi militer Israel di Gaza City juga menimbulkan konsekuensi bencana bagi masyarakat setempat. Perjuangan untuk memberikan bantuan yang memadai bagi korban kelaparan di Gaza masih merupakan tantangan utama dalam situasi kemanusiaan yang semakin memburuk.

Source link