Pemerintah China menyatakan bahwa tidak ada warga negaranya yang terdampak oleh serangan yang dilancarkan Amerika Serikat ke Venezuela pada Sabtu (3/1). Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi keamanan di Venezuela dan hingga saat ini tidak ada laporan mengenai personel China di Venezuela yang terkena dampak serangan udara AS.
Konferensi pers yang diadakan di Beijing tersebut dipenuhi dengan pertanyaan terkait serangan AS ke Venezuela yang menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Sebelum ditangkap oleh pasukan AS, Maduro bertemu dengan perwakilan pemerintah China yang dipimpin oleh Wakil Khusus China untuk urusan Amerika Latin, Qiu Xiaoqi, di Istana Miraflores. Maduro menyatakan pentingnya hubungan strategis antara Caracas dan Beijing, serta berkomitmen untuk membangun hubungan yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Duta Besar AS untuk China, David Perdue. Meskipun perwakilan China tidak merinci isi pembicaraan antara Qiu Xiaoqi dengan Trump, Lin Jian menegaskan keprihatinan China atas penangkapan Maduro dan istrinya oleh AS. Posisi China dalam menghadapi kejadian tersebut adalah dengan menyerukan AS untuk memastikan keselamatan Maduro dan istrinya, membebaskan mereka, dan menyelesaikan masalah melalui dialog.
Lin Jian menegaskan bahwa langkah AS yang melakukan penangkapan terhadap kepala negara suatu negara adalah pelanggaran terhadap hukum internasional, norma-norma hubungan internasional, dan prinsip Piagam PBB. China mendukung status kawasan Amerika Latin dan Karibia sebagai Zona Perdamaian, serta menentang ancaman atau penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Pernyataan China ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan suatu negara dan menghormati norma-norma internasional yang berlaku.












