Paska banjir bandang yang melanda Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, BPBD mencatat 16 korban meninggal dunia. Upaya penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat untuk mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan. Korban yang meninggal termasuk Alvin Anise, Priskila Saol, Hermina Maningide, dan Rafles Kobis dari beberapa desa/kampung di Pulau Siau. Selain itu, warga lain seperti Santi Diamanis, Joan Bangsa, El Kamanangan, dan lainnya juga menjadi korban. Adanya korban yang hilang turut menciptakan situasi yang memprihatinkan setelah banjir bandang terjadi akibat hujan deras selama kurang lebih lima jam di sejumlah desa/kampung di Pulau Siau. Polda Sulut juga telah mengerahkan 204 personel untuk membantu penanganan bencana ini. Sehingga, situasi darurat bencana di Sitaro membutuhkan perhatian dan kolaborasi dari berbagai pihak.
BPBD Ungkap 16 Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang di Pulau Siau
Read Also
Recommendation for You

Korea Selatan siap menghadapi putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan…

Timnas Maroko berhasil melaju ke final Piala Afrika 2025 setelah menundukkan Timnas Nigeria melalui adu…

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Mapalus Alumni Sumanto Satu Tujuh…

Beberapa peristiwa hukum menarik terjadi pada Selasa (13/1) yang diwartakan oleh para pewarta Kantor Berita…

Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terus meningkatkan penataan Kawasan bantaran Sungai Kahayan untuk menjaga…







