Berita  

Pertamina: Pentingnya Impor Energi AS untuk Memenuhi Kebutuhan

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa impor energi dari Amerika Serikat (AS) masih diperlukan untuk menutup kebutuhan energi nasional, di tengah produksi dalam negeri yang mengalami penurunan alami. Menurut Simon, skema impor ini adalah jembatan penting menuju kemandirian energi, namun saat ini masih diperlukan untuk memenuhi kekurangan yang ada. Bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), SKK Migas, dan kontraktor kerja sama (K3S), Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi migas, meskipun kondisi penurunan produksi alamiah memaksa impor tetap menjadi opsi strategis.

Simon juga mencatat bahwa sejak Juli 2025, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa calon mitra dari AS seperti ExxonMobil, Chevron, KDT Global Resources, dan Hartree. Perusahaan juga terbuka untuk kerja sama dengan calon mitra lainnya dari Amerika Serikat. Kerja sama ini tidak hanya bertujuan untuk peningkatan produksi energi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kapasitas SDM, serta penerapan praktik terbaik global dalam industri migas.

Pelaku industri ini berencana untuk terus menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan AS, seperti yang diindikasikan dari penandatanganan MoU dengan Halliburton untuk kerja sama oil field recovery. Simon menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan berbagai aspek, mulai dari peningkatan produksi hingga transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM. Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga kebutuhan energi nasional saat produksi dalam negeri mengalami hambatan. Kesepakatan ini juga mencerminkan komitmen Pertamina dalam mewujudkan efisiensi dan penerapan praktik terbaik dalam industri energi.

Source link