Wregas Bhanuteja sebagai sutradara film “Para Perasuk” menegaskan bahwa film ini bukanlah film horor, melainkan lebih tentang obsesi manusia. Dalam konferensi pers setelah penayangan film di Jakarta, Wregas menjelaskan bahwa film ini menggambarkan tentang obsesi diri dan upaya untuk memaafkan masa lalu. Film ini pun memiliki elemen emosional dan personal yang tidak hanya terbatas pada genre tertentu.
Wregas juga membagikan bahwa film “Para Perasuk” mencerminkan perjalanan pribadinya, dari minat pada dunia film sejak sekolah hingga bagaimana obsesi tersebut memengaruhi hubungannya dengan orang-orang terdekat. Melalui tokoh Bayu, film ini menggambarkan bagaimana manusia terobsesi untuk menjadi perantara roh terbaik, dengan latar belakang kekuatan luar yang mengancam desa mereka.
Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dan dibintangi oleh Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan Anggun C Sasmi, “Para Perasuk” dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Film ini tidak hanya mengeksplorasi tema obsesi manusia, tetapi juga fenomena kerasukan dalam sebuah konteks komunal, menunjukkan bahwa kehidupan adalah sesuatu yang lebih penting dari sekedar pembuatan film belaka.










