Rektor Unej: Mahasiswa Harus Mengendalikan AI, Bukan Sebaliknya
Jember, Jawa Timur – Rektor Universitas Jember (Unej), Iwan Taruna, menekankan pentingnya mahasiswa untuk tetap mengendalikan proses berpikir mereka sendiri, bukan malah menyerahkannya kepada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era digital saat ini.
Iwan menyampaikan pesan ini kepada ribuan mahasiswa baru yang dilantik dalam acara Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Stadion kampus Unej, Sabtu kemarin. Menurutnya, meskipun AI dapat membantu dalam berbagai aktivitas, termasuk pembelajaran dan pencarian informasi, manusia tetap harus tetap berada dalam kendali teknologi tersebut.
Kembangkan Kecerdasan dengan Bijaksana
Di era digital ini, kecerdasan buatan memang semakin merajalela, namun hal ini tidak boleh menggantikan proses berpikir manusia. Teknologi seharusnya digunakan untuk memperkuat kecerdasan, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri.
Hal ini menjadi penting karena kemampuan berpikir kritis, pengambilan keputusan, dan penggunaan teknologi secara bijak adalah bekal yang sangat diperlukan dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan dan pekerjaan.
Memanfaatkan Pendidikan untuk Membangun Karakter dan Kemampuan
Selain itu, Iwan juga mengajak para mahasiswa Unej untuk tidak hanya berkutat dalam dunia akademis semata. Namun, belajar bagaimana membangun karakter, berpikir kritis, dan memberikan manfaat kepada masyarakat juga sama pentingnya.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, karakter yang kuat, seperti kejujuran, integritas, disiplin, dan kepedulian, akan menjadi nilai tambah yang membedakan lulusan Unej dengan yang lainnya.
Tahun ini, Unej berhasil menerima hampir 10 ribu mahasiswa baru dari total 68 ribu pendaftar melalui berbagai jalur seleksi. Dengan beragamnya latar belakang para mahasiswa, diharapkan kampus ini akan terus menjadi tempat yang membangun generasi emas yang mampu bersaing di kancah global.












