Berita  

Mundari Akui Bhayangkara Bermain Bagus di Pertandingan

Isenmulang Kalteng FC harus menerima kekalahan 0-2 dari Bhayangkara pada pekan ketiga Super League. Meski timnya gagal meraih poin, pelatih kepala Isenmulang, Mundari Karya, menilai pertandingan di Bandarlampung, Sabtu, berlangsung dengan kualitas permainan yang baik dari kedua kesebelasan.

Mundari menyampaikan apresiasi terhadap perjuangan pemainnya, tetapi juga mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilainya memengaruhi jalannya pertandingan. Ia menilai sejumlah peluang Isenmulang untuk mengembangkan serangan, terutama melalui situasi transisi, terhenti akibat keputusan wasit.

Mundari soroti keputusan wasit

“Saya pikir kedua tim bertanding bagus sekali hari ini. Cuma saya pertanyakan kepemimpinan wasit. Terus terang saya agak kecewa,” kata Mundari setelah pertandingan.

Menurut dia, Isenmulang telah melakukan sejumlah perubahan untuk mengimbangi permainan Bhayangkara, termasuk mengantisipasi bola-bola panjang. Namun, upaya tersebut tidak selalu berlanjut menjadi serangan balik karena beberapa momen dianggap berhenti akibat keputusan pengadil lapangan.

“Kalau di dalam sepak bola itu ada momen namanya transisi. Banyak gol terjadi dalam situasi transisi. Banyak momen yang menurut saya saat kami punya kesempatan itu justru distop,” ujarnya.

Mundari juga menyoroti proses terciptanya gol pertama Bhayangkara. Berdasarkan perhitungannya, situasi tersebut berlangsung ketika konsentrasi pemain Isenmulang terdampak. Ia menilai perubahan keputusan wasit dalam beberapa situasi dapat mengganggu fokus tim.

“Hal seperti inilah yang mempengaruhi fokus pemain. Karena kepemimpinan wasit yang kadang-kadang berubah, itu bisa merusak konsentrasi pemain,” kata dia.

Isenmulang bersiap mengejar kemenangan

Terlepas dari hasil pertandingan, Mundari tetap menyatakan kebanggaannya terhadap para pemain. Ia menyebut kekalahan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran, terutama agar tim mampu beradaptasi dengan berbagai situasi yang muncul selama pertandingan.

“Saya bangga dengan pemain, tetapi memang mereka harus belajar dan harus beradaptasi dengan situasi seperti ini,” ujarnya.

Pelatih itu memastikan evaluasi akan segera dilakukan sebelum tim menghadapi pertandingan berikutnya. Isenmulang, kata dia, harus memperkuat persiapan karena membutuhkan tambahan poin dan kemenangan.

“Tentu saja laga selanjutnya kami butuh poin, kami butuh kemenangan. Jadi kami akan berjalan lebih kuat,” katanya.

Kekalahan tersebut membuat Isenmulang Kalteng FC tetap berada di posisi juru kunci klasemen Super League. Sementara itu, Bhayangkara naik ke peringkat kesembilan dengan koleksi lima poin dari tiga pertandingan.

Source link