Pada Sabtu, 4 Oktober 2025, Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan pentingnya bagi kader-kader Partai Golkar untuk mengisi kursi kabinet siapapun yang menjadi presiden. Dia menggambarkan Golkar sebagai minuman Teh Botol Sosro yang menjadi pilihan untuk semua jenis makanan. Menurut Bahlil, tak peduli siapa presidennya, anggota kabinet harus berasal dari Golkar.
Dalam acara Diklat Kader Muda Nasional PP AMPG, Bahlil menyampaikan bahwa Golkar sejak awal diciptakan sebagai instrumen politik yang mendukung pemerintah. Dia menegaskan bahwa Golkar tidak pernah menjalankan peran oposisi dan selalu berusaha untuk berkolaborasi dengan pemerintah.
Bahlil juga menekankan bahwa nyalinya bisa diuji, namun harus tetap terukur. Sejarah Golkar sebagai instrumen politik dalam mewujudkan cita-cita proklamasi yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.
Berita terkait lainnya adalah DPR menyoroti polemik antara Menkeu Purbaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait data subsidi gas elpiji 3 kg. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun merespons permasalahan tersebut dengan menyarankan agar kedua belah pihak tidak terlibat dalam polemik yang tidak perlu. Tanggal artikel ini dipublikasikan adalah 4 Oktober 2025, sumber dari VIVA.co.id.










